19 Jan 2015

Now 22!!! Yeay :D

Author: rina.rantiasih | Filed under: My Beloved Moment

10518575_836843516336181_7297865538400231843_o

 

Hey there,,,, Now I’m 22. Alhamdulillah, Terima Kasih Ya Allah atas semua limpahan RahmadMu, KaruniaMu, Nikmatmu, HidayahMu…. Dan semua yang telah Engkau limpahkan kepada hamba :’)

Sungguh nikmat Allah padaku itu begitu besar, sangat besarnya sampai-sampai jika ditulis gak tahu bakal habis berapa lembar buku.

Sampai di usia ini, membuatku flashback ke belakang lagi, ke hari-hari masa kecil yang saya lalui. Dimana saya bukan tipe anak yang diem anteng. Saya pernah manjat pohon demi buah “Duet”. Pernah sangat penginnya makan buah yang namanya agak lupa…kalau gak salah “Ririkem”, hhaa saya sampai blusukan sama duri pohonnya untuk memetik buah itu, padahal di deket-deket situ lagi ada ular yang nangkring. Tapi mau gimana lagi…uda pengin, namanya juga masih anak-anak. Saya juga sangat menyukai yang namanya pencarian “Tuk” mata air. Ada yang tahu? Hanya petualang sejati yang tahu. Hhe.  Saya juga hobi mandi di sungai jaman kecil. Hampir tenggelam pernah, dan rasanya—huek medeni. Cari ilalang bayangin punya seribu taman di sawah sambil nunggu simbah ngarit. Saya juga Alhamdulillah masih ngerasain “dolanan” pakai permainan anak-anak tradisional. Egrang, kasti, boi-boinan, delik-delikan, bangklek dan lain-lain. Sebelum itu hampir punah gegara mainan jaman sekarang yang serba gak alamih.  Hal yang paling aneh dari masa kecil saya adalah… saya pernah ditemukan menangis gak berhenti hampir 3-4 jam. Cobak!

Apa coba yang kurang bahagia dari masa kecil saya?

 

Menginjak SMP, saya juga bukan murid yang lumayan pinter. Artinya disini kalau di SMP saya adalah yang termasuk dalam ranking 1-20 (skala saya lho yaaa). Saya tergabung dalam lingkungan pertemanan yang super keren disini.  Punya 5 temen deket yang kemana-mana bareng dan sedikit, well sensasional. Tapi, sampai saat ini… walaupun saya jarang sekali menghubungi mereka, saya sangat menyayangi mereka dan sangat merindukan mereka semua. *kecup jauh teman-teman. Btw, di SMP ini juga,,,, I Know about my first love…. But itu gak berhasil. Wkwkw

 

Hingga tibalah saya di tempat dengan banyaknya teman-teman aneh saya, perpaduan antara mekso, kocak, kocak, kocak, kocak,,,, dan amazing people. Jaman SMA, satu kata –Palu Squad- IPA 3. Apa yang pernah saya lalui disini, mengajarkan saya pada sebuah titik, dimana kira-kira begitulah yang akan kamu hadapi ketika menginjak dewasa— jaman alay (dikit). Banyak juga hal yang membuat saya bertambah dewasa dan membentuk saya untuk pergi kearah mana hidup saya selanjutnya…. Salah satu contoh adalah saya baru menyadari kalau ilmu science itu kurang cocok dengan saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk pindah haluan.

—–Di detik-detik terakhir SMA, saya menemukannya… satu jenis yang sangat langka, yang mau menerima saya apa adanya. Yang mensuport saya hingga detik ini dan tak pernah habis sabarnya menghadapi saya yang juga termasuk makhluk unik. Lovely Boyfriend.

Satu lagu untuk jaman itu—Yang sangat saya sukai dan sekali membuat saya malu berat…

—You Belong with me, Taylor Swift.

Jaman kuliah adalah jaman perjuangan dan pembelajaran terpenting dalam hidup saya. Beribu terimakasih pada Allah SWT, Universitasku tercinta, dan untuk semua orang diseluruh Indonesia yang setia membayar pajak, karenanya saya sangat bersyukur, saya termasuk salah satu yang diberikan kesempatan untuk merasakan kuliah gratis. Terima kasih, sungguh saya sangat berterimakasih untuk itu.

Jaman kuliah saya bilang penuh pembelajaran, karena pada jaman ini, untuk kedua kalinya dalam masa hidup saya, setelah kelas 6 SD, adalah masa saya memiliki target untuk belajar agar mencapai target. Dan sejujurnya, sejak masa ini, saya mulai menentukan banyak target yang harus saya penuhi untuk menuju my bright Future.. hhi (aamiin).

Jaman ini adalah jaman saya merasakan asyiknya berorganisasi. Terimakasih kepada teman-teman Himadika UGM, PPMBR UGM yang sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk bergabung. Pengalaman apa yang gak didapet dari sini? Semuanya dapat.… susah senang ditanggung bersama, banyak konflik dari teman dekat-sampai yang gak bisa disebutkan disini-pernah kita rasain. Di Madura, tempat PPMBR mengabdi… saya memiliki banyak keluarga baru, teman baru, kisah baru. Untuk pertama kalinya merasakan indahnya berbagi tanpa mengenal pamrih…. Di Himadika, untuk pertama kalinya saya menangis sedih karena organisasi. Dan disini juga, untuk pertama kalinya saya menangis karena bahagia untuk organisasi, jalaran melihat teman saya, lakik pula, yang juga menangis karena bahagia. {Inget Mubes :’)}

Ini adalah usia 21. Dimana 21 bulan ke-2 merupakan waktu yang paling menyedihkan di hidup saya hingga detik ini. Hal itu adalah kepergian Bapak saya untuk menghadap Allah SWT. Hingga saat ini saya masih menyimpan semua sms yang masuk ke saya sebagai ucapan duka cita atas kepergian Bapak. Dari sms, ada satu yang akan saya tulis pada kesempatan kali ini, yang bagi saya kira-kira seperti ini arti dari sebuah kematian, yang membuat saya mengerti, itu adalah hal yang harus diikhlaskan.

Dari teman saya, Ana. –Assalamu’alaikum rina, setiap makhluk diciptakan Allah SWT memiliki batas akhir, Pun begitu dengan manusia, akhir batas manusia adalah sudah ketentuan dari Allah SWT yang wajib kita Imani. Allah mencintai orang-orang yang sabar dan tabah. Semoga ayah Rina mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Usia 21 adalah usia yang penuh perjuangan, doa, penantian dan menyimpan hal-hal surprise dalam hidup saya. Saya lulus kuliah di usia 21 tahun 5 bulan. Saya belajar merasakan dunia kerja untuk pertama kalinya di usia ini, dengan bekerja di proyek rekonstruksi arsip di FMIPA UGM. Pekerjaan yang menantang sekali… inilah yang kata orang itu… “Bekerja tak selalu sesuai dengan apa yang ada dalam Teori”

Saya juga merasakan sulitnya menjawab pertanyaan yang seperti ini…”Sekarang kerja dimana neng?” Umh. Satu kalimat—gua nganggur, lagi galau banget nunggu pengumuman sama cari kerja! Bagi teman-teman semua saya doakan, semoga kalian yang tengah mencari pekerjaan, selalu diberikan kesabaran penuh oleh Allah SWT dan semoga mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Aamiin.

Dan surprise bagi saya di usia ini adalah… surprise di hari-hari terakhir usia 21 tahun saya. Pada hari Jumat, hari yang berkah dan Indah, akhirnya pengumuman kerja yang saya nantikan datang. Dan hasilnya Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdullilah.

Hari ini saya 22 tahun. Masih panjang perjalanan yang akan saya lalui. Perjuangan, pengharapan, penantian dan banyak hal lainnya yang saya yakin tetap akan saya rasakan. Namun, saya akan terus berdoa … semoga selalu dilancarkan atas segala nikmat , karunia dan hidayah yang Allah berikan pada saya. Dan semoga saya akan dapat berguna bagi masyarakat, bangsa, dan Negara. aamiin.

 

Teruntuk Bapak (Alm), Mam, dan adik-adikku…. Kalian semua hebat dan terimakasih banyak untuk semua hal yang telah kalian berikan dan kita lalui bersama hingga detik ini. Love you as always.

 

22-Taylor Swift

We’re happy free confused and lonely in the best way

It’s miserable and magical oh yeah

Tonight’s the night when we forget about the heartbreaks, it’s time uh uh

 

I don’t know about you but im feeling 22

Everything will be alright if you keep me next to you

You don’t know about me but I bet you want to

Everything will be alright if we just keep dancing like we’re 22, 22

21 Jun 2012

Sehatkah Aku Ber-Internet?

Author: rina.rantiasih | Filed under: bandwidth, Pendidikan karakter, teknologi informasi

Wah…jaman sekarang gak tau internet? Gapteknya.

haha..

Yah begitulah sebagian orang memaknai Internet di jaman modern ini. Sebuah fasilitas super canggih yang membawa pengaruh luas bukan hanya bagi pengguna tapi dapat juga membawa dampak bagi sebuah negara. Internet mampu memecah kesenjangan ruang dan waktu. Dengan Interenet, milyaran informasi dapat kita serap setiap harinya tanpa perlu repot berpikir panjang memilah-milihnya. Hei…itu tidak selalu baik bukan?

Gambar diatas diambil disini.

Oke, beberapa hal yang mesti kita perhatikan dalam berinternet adalah sebagai berikut :

  1. Gunakan Internet sesuai dengan umur. Kita harus dapat membedakan tingkat kebutuhan berinternet di tiap-tiap jenjang umur. Tidak mungkin seorang anak yang baru berusia 5 tahun kita bebaskan memilih ribuan aplikasi dalam internet. Oh, well, siapa yang bisa jamin situs porno gak akan ia buka…walau tanpa sadar.
  2. Ingat waktu. karena saking asyiknya, jangan samapai deh kita kehilangan banyak waktu sampai lupa akan banyak hal di luar dunia maya ini. Lupa anak, sekolah, pacar. Wah gawat.
  3. Berhati-hatilah. Dewasa ini, seperti yang kita tahu banyak kali orang yang kena tipu hanya karena kurang mengamati benar apa yang ia lakukan di internet. Orang hilang setelah kenal temen lewat facebook, orang tertipu pas belanja online, dan masih banyak lagi khasus yang membuat kita harus waspada.
  4. Gunakan internet sesuai dengan tempat, situasi dan kondisi. Jangan samapai kita di pecat karena ketahuan maen Facebook pas jam kerja.
  5. Ingat tetap jaga etika kita! Walaupun kita berada didunia maya, jangan sampai kita melupakan sopan santun dalam berinternet. Ketika chatting misalnya, gunakan bahasa yang enak didengar jangan sampai kita menyakiti lawan chatting kita.

Nah, sudahkah kita menggunakan situs dalam internet secara bijaksana. Kita tentu saja dapat memilih mana yang baik dan yang benar. Dan juga jangan sampai kita terseret dalam sebuah opini yang sifatnya masih subyektif.

Jadi, sudah sehatkah anda berinternet???

21 Jun 2012

Bidik Misi-mu, Apa Telah Kau Gunakan Dengan Tepat?

Author: rina.rantiasih | Filed under: Uncategorized

Senangnya bagi yang dapat bidikmisi. Apalagi untuk Mahasiswa yang masih dapat tunjangan uang saku dari orangtua. Wah kantong rasanya tak mudah kering lagi kan ya?


Gambar diatas saya ambil disini.


Tapi tahukah kamu teman dari mana sumber Beasiswa-mu itu?

Pada dasarnya bidik misi adalah beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu secara ekonomi. Dimana sumber pembiayaannya diambil dari sebagian pajak umat manusia di bumi Indonesia kita. Dari para pengemis di jalan sampai orang kantoran pemakai mobil mewah. Wah….seharusnya, kita, sebagai penerima beasiswa ini patut berterimakasih bukan pada mereka. Tak hanya itu saja teman, layaknya kita juga patut bersyukur pada Tuhan dan menyadari benar seberapa besar beban yang kita pikul karena menerima beasiswa ini. Disana ada harapan orang-orang itu….agar kau dapat meraih apa yang menjadi tujuan, hingga kau dikatakan layak menerima ulur kasih mereka.

Yah, maksudnya beasiswa ini hendaknya kau gunakan dengan bijaksana. Bukan malah untuk mencukupi gaya hidup yang kadang berubah drastis menjadi sok mewah-mewahan. BB baru, baju baru, sepatu baru, ini itu serba baru. Hingga orang pada ragu, “Bagaimana bisa orang ‘sekaya’ ini dapet bidikmisi?” Bidik misi ini seharusnya juga mendorong kita untuk terus belajar dan mengukir prestasi. Buatlah semua orang yakin bahwa kita memang tepat menjadi salah satu penerima beasiswa ini. Aku jadi berpikir, karena seringnya menemukan… Sangat banyak dari teman-teman kita di luar sana, yang lebih pantas mendapatkan beasiswa ini dibanding kita. Jadi, apa kita masih menutup mata?

Well, saya kelihatannya kayak penasihat ulung ya? Tapi saya juga salah satu penerima Beasiswa ini, dan sering merasa bersalah karena kadang memanfaatkannya tidak sebijak yang saya bilang diatas. Tapi, karena saya di sini menulis….saya berharap untuk selanjutnya saya dapat menjadi orang yang benar-benar memanfaatkan beasiswa ini sebijak mungkin. Dan semoga kalian juga…..memanfaatkannya sebaik mungkin. Karena, uang yang kita dapat ini adalah amanah.

9 May 2012

4 Pilar Pendidikan Karakter UNESCO

Author: rina.rantiasih | Filed under: Kearsipan, My Beloved Moment, Pendidikan karakter

Gambar diatas saya ambil disini. (Rabu, 9 Mei 2012 jam 14.40)

Ada hal menarik dalam mata kuliah Kebudayaan Indonesia kemarin (Selasa, 9 Mei 2012), ketika dosen saya Bapak Wahyudi Djaja menerangkan tentang Pendidikan Karakter. Yang membuat saya tertarik adalah ketika beliau memberi kami slide di layar proyektor tentang 4 Pilar pendidikan UNESCO. Saya mencoba menggali pikiran saya untuk menerjemahkan maksud dari keempat pilar itu dalam membentuk karakter kita.

Learning To Know, Belajar untuk tahu. Tentu saja semua orang telah mengalaminya. Dari sejak ia bayi sampai mau di panggil Yang Maha Kuasa pun kita akan selalu ingin tahu akan banyak hal. Dengan rasa keingintahuan itulah akan membentuk karakter cermat dan kritis. Menumbuhkan kecerdasan seseorang. Sungguh baik sekali tentunya jika rasa keingintahuan ini mulai dikembangkan sejak kecil, hanya dibutuhkan peran tambahan orangtua untuk mengarahkannya….memberikan jawaban yang baik dan bukannya malah membungkam rasa keingintahuannya. Pendidikan formal pun harus mampu memberikan rangsangan untuk memupuk rasa keingintahuan seseorang. Rasa ingin tahu ini bukan hanya soal pelajaran-pelajaran di sekolah saja. Tapi juga bagaimana kita ingin tahu tentang banyak hal disekitar kita. Kesuksesan learning to know adalah Jangan malu untuk bertanya dan jangan pernah berpikir tentang apakah pertanyaan kita nanti akan menjadi pertanyaan terbodoh.

Learning To Do, yakni di mana kita mengkonkritkan apa yang kita pikirkan dengan melakukan suatu hal. Jangan hanya memendam apa yang kita pikirkan karena itu nantinya hanya akan mati usang di pikiran kita. Mari belajar melakukan apa yang ingin kita lakukan. Mulai dari hal terkecil yang ada dipikiran. Saya jadi teringat sebuah artikel yang pernah saya baca tentang kekuatan pikiran bawah sadar. Dengan melakukan apa yang kita inginkan nyatanya akan merangsang kemampuan otak bawah sadar kita sehingga membentuk suatu kebiasaan yang baik. Kita ingin menyapu kamar, segeralah menyapu. Dan dari situlah akan muncul kebiasaan kita untuk selalau rajin menyapu kamar. Jadi, kunci dari learning to do adalah segera lakukan dan jangan menunda-nunda. Dan jangan lupa, apa yang kita lakukan itu nantinya akan menjadi pengalaman yang berharga.

Learning To Be, ini adalah bagian terpenting adalam hidup kita. Yakni Belajar untuk menjadi diri sendiri. Kunci utamanya adalah kita mulai belajar untuk mengenal diri kita sendiri. Inilah bagian tersulitnya. Jika kita lihat realitas, bahkan bangsa kita tengah mengalami krisis kehilangan jati diri. Tak usah menilai bangsa yang jumlahnya ribuan juta, kita lihat saja diri kita sendiri. Sudahkah kita tahu apa kelebihan kita? Sudahkah kita mengekspresikannya hingga dunia tahu siapa kita? Atau sudahkah kita paham akan kekurangan kita? Dan mampukah kita merubahnya untuk menjadi sesuatu yang tidak lagi kita sebut inilah kekurangan yang semestinya disembunyikan rapat-rapat dan menekan diri sendiri? Saya kira menjadi diri sendiri adalah suatu proses yang tidak pendek. Pengalamanlah yang mendewasakan kita hingga akhirnya kita paham. Inilah kita, dan disinilah kita seharusnya berada.

Dan yang terakhir adalah,

Learning To Live Together. Tidak ada yang memungkiri lagi. Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Untuk itulah kita harus belajar hidup bersama. Saling menghormati, melengkapi, dan bekerjasama satu sama lain. Apalagi kita hidup di sebuah negara yang terdiri dari banyak suku, ras, dan agama. Penghargaan pada nilai SARA adalah salah satu cara terbaik untuk menciptakan kerukunan kita dengan sesama.

WiFi gratis kampus

Hari gini, di mana Laptop sudah menjadi barang umum ditambah koneksi internet gratis yang hampir membanjiri setiap tempat kayaknya menjadi hiburan tersendiri ya? Tak ayal kalau pemandangan seperti gambar diatas mudah kita temui apalagi dilingkungan kampus yang sering menyediakan banyak fasilitas wifi gratis.

Hal ini memang membawa banyak manfaat, yakni mudahnya kita mengakses informasi. Dengan adanya sarana internet gratis inipun nyatanya mampu mendukung proses perkuliahan.

Namun, maraknya penggunaan situs jejaring sosial belakangan ini membawa polemik tersendiri di lingkungan kampus. Masalahnya yakni karena adanya perebutan pemakaian bandwidth. Bandwidth itu sendiri adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersama-sama oleh data-data yang ditransfer. Bandwidth dapat diibaratkan sebagai jalan raya yang dilewati oleh banyak kendaraan (data-data) secara bersamaan. Semakin banyak kendaraan yang lewat maka semakin lambat laju kendaraan. Semakin lebar jalan raya semakin banyak kendaraan yang dapat dilewatkan. (Dikutip dari buku Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP kelas IX karangan Henry Pandia)

Penggunaan bandwidth untuk kegiatan pembelajaran sering kali terganggu akibat membludaknya pengguna situs jejaring sosial. Hal ini tentu saja menghambat proses pembelajaran. Kita yang mau cari materi-materi kuliah atau lagi dalam perkuliahan yang butuh sarana internet pun jadi sangat terganggu. Kadang koneksi menjadi begitu lemot bahkan tidak bisa mengakses. Sangat menjengkelkan.

Berbagai upaya untuk menanggulangi masalah ini pun telah banyak dilaksanakan. Seperti pemutusan akses untuk membuka situs-situs jejaring sosial. Walau cara tersebut banyak disesali oleh para sosial networker, tapi cara ini masih cukup efektif untuk mengembalikan fungsi fasilitas internet ini ke tujuan semula : mendukung proses pembelajaran.

Gambar diatas saya ambil dari sini.

13 Mar 2012

D3 Kearsipan? Why Not?

Author: rina.rantiasih | Filed under: Kearsipan

Sering kita berpikir, “Aduh minder banget nih jadi anak D3. Gelarku nanti Cuma Amd. Ugh, gimana coba masa depanku…apa aku masih bisa dapat pekerjaan yang baik dengan ijazah D3…oh..oh…oh..”

Galau.

Dan jujur saja hal itu pernah terjadi padaku.  Aneh banget, padahal aku sudah memilih dan ternyata imanku bisa juga goyah hanya karena melihat perbedaan pandangan di masyarakat khususnya teman-teman seangkatanku yang menganggap jenjang S1 lebih unggul dalam segala jurusan.

Namun, sekarang aku tahu. Aku percaya bahwa D3 bukanlah sesuatu yang salah.

Tahukah, dewasa ini, justru lulusan D3  yang lebih dicari para pencari lowongan kerja, karena lulusan D3 dinilai lebih terampil dan cekatan dalam bekerja. Apalagi jika kalian memilih jurusan yang sesuai dengan bidang kalian. D3 adalah masa depan yang menjanjikan.

Saya mengambil jurusan Kearsipan di fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, tahun 2011. Awalnya, saya tidak mengetahui apa itu kearsipan. Dalam pikiran saya, kearsipan adalah suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan administrasi yang berarti banyak terjadi tulis-menulis dalam bidang ini. Wah, langsung deh saya tertarik, karena saya sendiri begitu menyukai menulis. Walau ternyata pemahaman awal saya ini tidak terlalu benar. Tapi, Kearsipan memang tak jauh-jauh dari kegiatan menulis.

Kearsipan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan arsip. Yakni berupa pengolahan arsip dalam suatu daur hidup yang tersistem. Daur hidup arsip meliputi tahap penciptaan,  penggunaan dan pemeliharaan sampai penyusutan. Petugas yang bertugas mengolah arsip ini disebut arsiparis.

Untuk lebih mengetahui tentang kearsipan, silahkan pelajari

uu43-2009ttgkearsipan__20111228154339__1

Kearsipan, walaupun selama ini identik dengan berkas-berkas jadul berdebu namun nyatanya adalah salah satu jurusan yang mengasyikkan. Banyak yang kita pelajari disini. Mulai dari administrasi, manajemen, komunikasi, hukum, hingga yang saya sebut sodara kearsipan yakni sejarah dan kebudayaan Indonesia, disamping materi tentang pengolahan arsip yang sering dikongkritkan dengan kunjungan lapangan ke beberapa Kantor Arsip. Seperti belum lama ini, kami berkunjung ke Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta bagian pengelolaan arsip.

Lulusan kearsipan biasanya bekerja di instansi-instansi pemerintah, perusahaan atau badan-badan yang membutuhkan tenaga pengolahan arsip. Dan sampai tahun ini, lulusan kearsipan masih terbilang laku di pasaran kerja karena jumlah permintaan tenaga kearsipan yang begitu banyak tidak sebanding dengan lulusan tenaga ahli yang tersedia. Untuk itulah, kearsipan menjadi pilihan baru yang semakin diperebutkan.

Aku jadi berpikir, Alhamdulillah sekali saya diberi kesempatan kuliah di jurusan ini. Aku kira ini adalah pilihan yang terbaik.

Let’s Join with us! 🙂

8 Mar 2012

Wungow

Author: rina.rantiasih | Filed under: My Beloved Moment

name is...Okay, this is my first post.

Dan aku menulisnya dalam kelas SIM, ini tidak terlalu menyenangkan. Karena aku lebih ingin menampilkan sesuatu yang benar-benar telah aku rencanakan sebelumnya. Bukan karena diwajibkan dosen.

Dan aku jadi berpikir, apa coba yang ingin aku ketik…..

Aku ingin mengetik tentang Arsip, karena aku anak Kearsipan…tapi, tiba-tiba saja aku tidak terlalu mood untuk itu.

dan akhirnya aku menulis tentang ini..

Aku mencintai menulis. Dan sebenarnya sudah lama aku iseng-iseng buat novel-cerpen…namun selalu ada satu masalah, yang mungkin sebagian orang menganggap simpel…atau mungkin banyak juga yang memilliki masalah sepertiku.

Pemberian nama karakter.

Aku bingung tentang siapa nama tokohku. Apa aku harus cari nama yang wah, keren, atau trendy..Walau tau sih itu biasanya tergantung bagaimana sifat tokoh atau bagaimana…tapi karena terlalu banyak pilihan,,, dan akhirnya nama-nama itu memudar.

Yeps, begitu juga dengan nama blogg baruku ini…aku memilih nama Wungow– yang mungkin akan aku ganti lagi– setelah berpikir panjang tentang beberapa nama.

Seperti Aruna, berarti pagi, padahal aku mencintai senja. Sungguh tidak cocok.

Yap, nama memang menjadi penting bagiku, karena bagiku sendiri…sebuah nama adalah pencerminan sebuah sosok. Sosok yang benar-benar ingin kubentuk nanti—bagaimana aku ingin membentuk blog ini–harusnya pas dengan nama bloggku. Jadi aku butuh berpikir panjang.

Mungkin nanti akan berbeda. Tapi sekarang aku cukup puas untuk nama Wungow, yang berarti Bicara Seenaknya berasal dari nama Indonesia-Manado.

Yeps, mimpiku awal untuk blog ini, aku bukan bicara seenak hati…tapi nama itu seperti membuatku memiliki kebebasan untuk bicara. It’s so make me free and fly.